Jumat, 14 Maret 2014

Fakta Baru: Mayat Usamah Ditembaki Ratusan Kali

Mengutip dua sumber rahasia, The Special Operations Forces Situation Report menyatakan anggota tim Navy Seal secara bergantian menembakkan amunisi ke tubuh Usamah. Situs ini melanjutkan, Navy SEAL menyatakan tindakan ini dilakukan untuk memastikan Usamah benar-benar telah tewas dan tidak ada lagi ancaman.

"Apa yang terjadi dalam serangan terhadap Bin Ladin di luar batas dan berlebihan," kata penulis laporan, Jack Murphy.

Usamah bin Ladin tewas dalam penyergapan oleh pasukan khusus Navy SEAL di Abottabad, Pakistan, di rumah persembunyiannya. Seusai penyerangan yang menewaskan pemimpin Al-Qiadah itu, Presiden AS Barack Obama dan pemerintahannya menyatakan tak akan merilis foto-foto jenazah ataupun penguburannya di laut. Alasannya, mereka khawatir materi itu digunakan sebagai propaganda oleh AlQaidah.
Sumber dari kelompok operasi khusus Navy SEAL Amerika Serikat menyatakan mantan pimpinan Al-Qaidah, Usamah bin Ladin, ditembak lebih dari seratus kali dalam operasi penangkapannya pada 2011. Laporan ini dirilis situs Internet yang populer di kalangan komunitas intelijen. Dalam laporan itu disebutkan hal inilah yang membuat pemerintah AS tidak pernah merilis foto-foto mayat pria asal Arab Saudi ini.


Rincian tentang misi rahasia ini pernah diulas dalam buku salah satu anggota pasukan itu, Mark Bissonnette. Murphy menyebut tulisan Bissonnette merupakan versi yang "paling terukur dan sopan" dari operasi itu.

Dalam bukunya, Bissonnette tidak mencantumkan berapa banyak penembak dan jumlah peluru yang digunakan. "Saat sekarat, dia masih bergerak. Kami mengarahkan laser ke dadanya dan menembak beberapa putaran," ujarnya, dalam buku No Easy Day yang diterbitkan pada September 2012.

Murphy berpendapat jumlah peluru yang digunakan hanyalah sedikit dari masalah yang tumbuh dalam tubuh Navy SEAL. "Tindakan mereka memburuk dari waktu ke waktu," tulis veteran Army Special Operations ini. "Masalah sebenarnya bukan pada Bin Ladin berubah menjadi keju Swiss, melainkan jenis perilaku ini telah menjadi prosedur operasi standar dalam unit ini."

sumber : tempo.co

Tidak ada komentar :

Posting Komentar